Kantor Tokopedia, via tokopedia.com

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) pada Rabu (10/6/2020) melakukan mediasi dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membahas gugatan hukum terkait kebocoran data pengguna Tokopedia.

Dalam perkara ini, KKI mengajukan gugatan untuk dua pihak yakni Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate selaku tergugat I serta PT Tokopedia selaku tergugat II.

KKI meminta majelis hakim menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan hukum. Kemudian memerintahkan tergugat I untuk mencabut Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik atas nama PT Tokopedia selaku tergugat II.

KKI juga memerintahkan tergugat I untuk menghukum PT Tokopedia yang tak lain tergugat II untuk membayar denda administratif sebesar Rp100 miliar, yang harus disetor ke kas negara paling lambat 30 hari kalender sejak putusan perkara berkekuatan hukum tetap.

BACA JUGA  Soroti Huawei, Sekjen NATO: Inggris Perlu Kaji Ulang Keamanan 5G

Menanggapi gugatan tersebut, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan perusahaan masih terus menanggulangi masalah kebocoran data ini dengan sejumlah pihak.

“Berkaitan dengan isu pencurian data oleh pihak ketiga, kami masih terus bekerja sama erat dengan sejumlah pihak demi mengambil berbagai langkah penanggulangan yang tepat,” kata Ekhel dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (10/6/2020).

“Berbagai langkah tersebut telah dijelaskan dalam surat resmi dari CEO dan Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya yang telah dikirimkan kepada lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan kami pada 12 Mei 2020 lalu,” lanjut Ekhel.

Salah satu poin penting di dalam surat William tersebut ialah setelah mengetahui aksi pencurian data, Tokopedia memastikan bahwa kata sandi telah dienkripsi dengan enkripsi satu arah.

BACA JUGA  Inilah Daftar Fitur Baru di Android Q Beta 3

William pun menyarankan kepada puluhan juta platform-nya untuk selalu mengganti kata sandi akun secara berkala, tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai layanan digital, dan menjaga OTP (One-Time Password) dengan tidak memberikan kode OTP tersebut kepada siapapun termasuk yang mengatasnamakan Tokopedia.

Sebelumnya, akun @underthebreach yang mengaku sebagai layanan pengawasan dan pencegahan kebocoran data asal Israel membocorkan tangkapan layar soal data Tokopedia yang bocor lewat Twitter.

Data pengguna yang bocor berupa email, hash kata kunci, nama dan sebagainya. Hal ini dicuitkan oleh akun yang mengaku sebagai layanan pengawasan dan pencegahan kebocoran data asal Israel.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan di media sosial disebut kalau peretas masih harus memecahkan algoritma untuk membuka hash dari password para pengguna itu. Peretas pun meminta bantuan peretas lain untuk membuka kunci algoritma itu.

BACA JUGA  Inilah Daftar Perangkat Huawei yang Menerima EMUI 9.1

Tangkapan layar berikutnya, akun pembocor informasi ini menyertakan sebagian akun pengguna yang bisa dibuka lewat situs tersebut. Tampak nama, email, dan nomor telepon pengguna muncul di situs.

TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR

Harap masukkan komentar anda!
Harap masukkan nama anda di sini