Sri Lanka Tutup Akses Facebook dan WhatsApp Usai Ledakan

Pemerintah Sri Lanka langsung menutup akses media sosial dan aplikasi pengiriman pesan instan, seperti Facebook dan WhatsApp menyusul ledakan di sejumlah lokasi di Sri Lanka. Penutupan jaringan dimaksudkan mencegah beredar luasnya rumor dan kesalahan informasi.

Dikutip dari CNN yang melansir dari Reuters, Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene mengatakan “Jaringan media sosial utama dan aplikasi pengiriman pesan, Facebook dan Whats App, telah diblokir di dalam negeri untuk mencegah kesalahan informasi dan rumor.”

Tak cuma media sosial, Pemerintah Sri Lanka juga memberlakukan jam malam. “Jam malam akan diberlakukan sampai semuanya menjadi tenang,” ujarnya kepada wartawan setempat.

Delapan ledakan yang diduga bom meledakkan gereja dan hotel, serta sejumlah tempat di Sri Lanka. Sumber dari kepolisian setempat menyebut 156 korban meninggal dunia, termasuk 35 warga asing.

BACA JUGA  Tidak Ada Lagi Namanya Samsung J Series

Rumah sakit setempat mengatakan warga asing yang menjadi korban berkewarganegaraan, antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda.

Sementara itu, ratusan orang lainnya menjadi korban luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. “Rapat darurat dalam beberapa menit. Operasi penyelamatan sedang berlangsung,” jelas Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik Sri Lanka Harsha de Silva melalui akun Twitter resminya.

TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR

Harap masukkan komentar anda!
Harap masukkan nama anda di sini