Home blog

Lebih Hemat Kuota Saat ber-Instagram di Perangkat Android

0
Instagram
Instagram (via klikpositif.com)

Instagram memperkenalkan mode hemat internet khusus untuk gawai bersistem operasi Android. Mode baru ini diklaim bisa menghemat penggunaan kuota internet pengguna media sosial tersebut. Mode penghemat internet Instagram ini sudah mulai tersedia secara bertahap sejak 5 Juni 2019.

Mode hemat internet Instagram itu diluncurkan untuk negara-negara berkembang yang belum memiliki akses internet berkecepatan tinggi, termasuk Indonesia. “Melalui mode ini, pengguna dapat menjelajahi dan berbagi momen di Instagram dengan orang terdekat tanpa harus menghabiskan penggunaan kuota internet seluler yang terlalu besar,” dalam pernyataan resmi Instagram.

Mengutip laporan Speedtest Global Index Ookla pada April 2019, Instagram mengatakan bahwa Indonesia menempati urutan 123 dari 138 dalam daftar negara dengan internet cepat. Kecepatan internet rata-rata di Indonesia sekitar 10,44 Mbps, sementara rata-rata kecepatan internet dunia telah mencapai 26,96 Mbps.

Instagram tidak akan secara otomatis menampilkan pre-load video maupun foto beresolusi tinggi jika pengguna mengaktifkan mode penghemat data. Untuk mengaktifkan mode ini, pengguna dapat mengunjungi “Pengaturan”, pilih “Akun”, dan pilih “Pengaturan Data Seluler”. Setelah itu, pengguna dapat mengaktifkan opsi “Penghemat Data” dengan menggeser tombol ke kanan.

Ark OS, Sistem Operasi Pengganti Android OS Buatan Huawei

0
Huawei di Eropa
Huawei mendaftarkan dokumen paten di Eropa dengan nama Ark OS, Huawei Ark OS, Ark, dan Huawei Ark. (via medcom.id)

Di tengah kemungkinan tidak bisanya lagi Huawei menggunakan Android, setelah pemerintah Amerika Serikat menempatkan perusahaan asal Cina ini pada daftar hitam. Saat ini mereka mempersiapkan OS pengganti bernama Ark OS.

Huawei mendaftarkan dokumen paten di Eropa dengan nama Ark OS, Huawei Ark OS, Ark, dan Huawei Ark. WinFuture melansir bahwa Huawei telah mendaftarkan paten ini pada bulan Maret lalu kepada German Patent and Trademark Office (DPMA) untuk antarmuka smartphone.

Dokumen paten ini didukung oleh rangkaian screenshot, mengungkapkannya bukan sebagai antarmuka Android yang saat ini digunakan oleh Huawei. Screenshot ini juga menampilkan aplikasi Android dan masih belum diketahui pasti gambar tersebut merupakan OS baru Huawei dengan dukungan Android atau UI berbasis Android yang tengah dikembangkannya.

Ponsel pengguna Ark OS diperkirakan akan mendukung sejumlah aplikasi Android, meski tidak didukung oleh Google Play Store atau aplikasi Android karya Google, jika Huawei tidak memiliki lisensi layanan Google Play.

Salah satu screenshot yang ditampilkan pada dokumen ini juga menyebutkan Android Green Alliance, grup yang dibuat Huawei dan perusahaan asal Tiongkok lain seperti Tencent dan Alibaba. Grup ini diciptakan untuk mengembangkan standar untuk kualitas dan desain aplikasi yang dibuat untuk Android.

Didaftarkan dua bulan sebelum pelarangan Amerika Serikat terhadap perusahaannya diberlakukan, Huawei dinilai telah dapat memprediksikan hal ini sehingga mempersiapkan sejumlah komponen dan suku cadang untuk chip mobile karyanya dengan nilai setara satu tahun.

Selain itu, eksekutif Huawei, Richard Yu, menyebut pada bulan Maret lalu, perusahaannya telah mempersiapkan sistem operasi alternatif Android.

Pernyataan ini disampaikan Yu dua bulan sebelum Huawei masuk ke daftar U.S. Commerce Department Entity List. Huawei dilaporkan mulai mengembangkan alternatif untuk Android sejak tahun 2012.

Sebelumnya, sebagai dampak dari perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, Huawei dilaporkan menurunkan jumlah produksi ponsel baru mereka. Sebab, Foxconn dilaporkan telah menangguhkan lini produksi untuk beberapa ponsel setelah perusahaan asal Shenzhen itu menurunkan jumlah pesanan.

Sementara itu, analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo menyebut bahwa Samsung dan Apple diuntungkan oleh keputusan Amerika Serikat untuk memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam, membuat perusahaan Tiongkok itu tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan AS.

Google Bela Huawei

0
Huawei 5G
Huawei 5G (via REUTERS/Jason Lee)

Kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melarang perusahaan teknologinya untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi Cina memang cukup sulit diterima.

Google akhirnya sedikit membela perusahaan asal Cina. Dilasir Financial Times,  Jumat (7/6/2019), menurut Google seharusnya pemerintah AS bisa memberikan teknologi kepada Huawei untuk menjaga keamanan nasional AS. Inti dari argumen Google adalah Huawei akan lebih berbahaya jika mereka terpaksa menggunakan Android versi modifikasi atau hibrid.

Android versi modifikasi akan rentan diretas oleh berbagai pihak. Mengingat pengguna teknologi Cina terdapat di seluruh dunia, Google berharap OS Android tetap bisa dipergunakan oleh Huawei.

Seperti perusahaan asal AS lainnya, Google dilarang berbisnis dengan Huawei, karena perusahaan milik Ren Zhengfei dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh pemerintah AS. Akibatnya, Google tidak bisa menyediakan layanan, termasuk dukungan Android.

Argumen Google yang lengkap tak diungkap oleh sumber yang dikutip Financial Times. Namun rasanya pembelaan Google itu bisa dengan mudah diasumsikan.

Karena tak bisa menggunakan Android, Huawei dipaksa untuk menggarap OS-nya sendiri, yang bisa saja merupakan Android versi modifikasi, yaitu tanpa menyertakan Google Play Services.

Salah satu komponen di Services itu adalah Play Protect, semacam antivirus untuk menandai malware, virus, dan ancaman keamanan lain. Jadi ponsel tanpa komponen itu akan lebih gampang dijebol.

Lebih Segar, Kaspersky Mengganti Logonya

0
kaspersky
kaspersky (via indotelko.com)

Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky Lab mengganti logonya. Sesuai dengan perubahan namanya menjadi ‘Kaspersky’ dengan misi baru ‘membangun dunia yang lebih aman’.

Dalam siaran persnya, Kaspersky berharap di mana manusia dan teknologi bekerja sama untuk meningkatkan kehidupan di dunia.

Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky, mengatakan: “Selama lebih dari 22 tahun, kami telah melihat lanskap ancaman dunia maya serta industri kami berkembang dan berubah lebih dari itu, sembari menyaksikan peran teknologi yang semakin besar dalam kehidupan.”

Ia berharap bisa membantu membangun dunia yang lebih aman dan kebal terhadap ancaman siber. Dunia di mana setiap orang dapat secara bebas menikmati banyak manfaat yang ditawarkan teknologi.

Rusia Jalin Kerja Sama dengan Huawei, Perang Dingin 5G Dimulai

0
Huawei 5G
Huawei 5G (via REUTERS/Jason Lee)

Mobile TeleSystem (MTS), penyedia jaringan terbesar di Rusia mulai jalin kerjasama dengan raksasa teknologi asal Cina, Huawei untuk membangun jaringan 5G. Hal ini membuka babak baru dalam perang dingin teknologi yang melibatkan Amerika Serikat dan Cina.

Dilansir Bussines Insider, kerjasama ini untuk mewujudkan percontohan teknologi 5G di Rusia pada 2019-2020.

Kesepakatan ini tercapai pada hari pertama kunjungan Presiden China XI Jinping ke Rusia, untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Xi juga menyebut Putin sebagai teman baik dan karib dalam kunjungannya.

Negeri Paman Sam melarang perusahaan teknologinya bekerja sama dengan perusahaan teknologi China. Presiden AS menyebut Huawei sebagai ancaman nasional.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengancam sekutu AS di Eropa jika tidak menjauhkan diri dari perusahaan China.

Deputy Chairman and Rotating Chairman of Huawei Guo Ping mengatakan sangat senang dengan kerja sama ini, terutama di bidang kepentingan strategis seperti 5G.

Kerja sama raksasa teknologi ini juga membawa hubungan bilateral Cina dan Rusia ke tahap selanjutnya, yakni kemitraan strategis dan komprehensif di era baru.

Google Stadia akan Dirilis November, Berikut Detailnya

0
Google Stadia Cloud Gaming
Google Stadia Cloud Gaming

Google kembali mengumumkan sesuatu tentang Stadia, platform game streaming yang sebelumnya diperkenalkan bulan Maret lalu. Stadia memungkinkan pengguna bermain game tanpa memerlukan perangkat keras yang mahal.

Konsep Stadia adalah di mana data center Google akan memproses semua kebutuhan game, sehingga pengguna bisa memainkan game tanpa mesti memiliki konsol tersebut. Pengguna akan dapat memainkan game konsol di TV, PC desktop, laptop, dan telepon pintar mereka.

Hari ini Google mengumumkan rincian lebih lanjut mengenai harga, daftar game, dan negara-negara yang tersedia. Stadia akan dapat diakses di TV (diperlukan Chromecast Ultra), desktop, laptop, dan telepon pintar lainya (dimulai dengan Pixel 3/3XL dan Pixel 3a/3a XL).

Perangkat yang didukung

Google Stadia Cloud Gaming

Google Stadia akan mampu dikontrol dengan keyboard, mouse, PS4, dan XBOX. Selain itu, Google juga menawarkan kontroler Stadia yang memiliki tombol Google Assistant dan tombol tangkapan layar seharga $69.

Ada juga pengontrol Stadia yang harganya $69 memiliki tombol Google Assistant dan tombol capture untuk mengambil screenshot dan menyimpan klip video dari gameplay Kamu.

Google Stadia Controller

Google Stadia akan menyediakan akses streaming hingga resolusi 4K 60fps dengan audio surround sound 5.1. Namun, Anda harus menyediakan koneksi internet super cepat dengan minimum yang disarakankan adalah 10Mbps.

Game yang tersedia

Ini adalah beberapa game yang datang ke Stadia dan dipastikan tersedia pada saat peluncuran:

  • Ghost Recon: Breakpoint
  • The Division 2
  • Assassin’s Creed Odyssey
  • Just Dance 2020
  • Trials Rising
  • The Crew 2
  • Tomb Raider Trilogy
  • Final Fantasy
  • DRAGON BALL XENOVERSE 2
  • DOOM Eternal
  • dan banyak lainnya

Negara yang tersedia

Stadia diluncurkan pada November di 14 negara. Negara-negara ini adalah Belgia, Finlandia, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, BelKamu, Norwegia, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat (tidak termasuk Hawaii dan Guam), Layanan ini akan diluncurkan ke lebih banyak negara pada tahun 2020.

Stadia akan memiliki free mode yang disebut Stadia Base yang akan tersedia tahun depan, Pengguna akan dapat membeli game kapan pun mereka mau tetapi tidak akan mendapatkan game gratis atau diskon untuk pembelian tertentu, Pengguna gratis juga dibatasi streaming pada 1080p dan 60fps.

Ada juga Stadia Pro yang harganya $9,99/bulan, Pengguna akan dapat membeli game kapan pun mereka mau, mendapatkan diskon untuk pembelian tertentu dan mendapatkan game gratis secara rutin seperti Destiny 2: The Collection dan akan dapat melakukan streaming dalam format 4K 60FPS dan mendapatkan kualitas suara surround 5.1.

Jika Kamu membatalkan langganan Stadia Pro Kamu, Kamu masih dapat memainkan game yang sudah dibeli di Stadia Base.

Google Stadia Cloud Gaming

Stadia menjual bundel Founder’s Edition yang dihargai $129, Ini termasuk Pengontrol Stadia eksklusif Night Blue, Chromecast Ultra, langganan Stadia Pro 3 bulan, Nama eksklusif Stadia, a buddy pass, dan akses ke Destiny 2: The Collection.

Inilah Daftar Fitur Baru di Android Q Beta 3

0
Android Q

Google akan merilis Android Q dalam waktu dekat. Apa saja fitur-fitur baru yang disematkan di dalamnya?

Dukungan Perangkat Foldable serta Jaringan 5G

Dukungan foldable (dapat dilipat) menjadi fitur yang paling dinanti, Android Q sudah mendukung fitur ini secara resmi. Artinya akan lebih banyak lagi vendor yang akan mengusung konsep tersebut dalam perangkat miliknya.

Selain fitur foldable, Android Q juga akan berfokus pada dukungan terhadap jaringan 5G.

Navigasi Gestur yang Semakin Matang

Sejak Android 9.0 Pie, Google telah menanamkan navigasi gestue seperti perangkat Apple.  Android 10 Q dipastikan akan menghilangkan tombol back dan akan benar-benar menggunakan gestur tanpa bantuan apapun.

Misalnya, jika kamu ingin kembali ke home cukup menggeser ke atas dari bawah, sedangkan untuk menampilkan recent apps kamu harus geser ke atas dan berhenti sejenak untuk menampilkan menu tersebut. Lalu untuk kembali, geser layar ke kiri atau ke kanan.

Live Caption

Fitur ini akan menampilkan semacam subtitle dari berbagai media yang menampilkan suara entah itu video, podcast dan semacamnya. Tujuannya tentu saja agar lebih mudah memahami apa yang ucapkan oleh sumber suara karena terkadang ada beberapa kata yang mirip dan sulit dibedakan.

Dengan fitur live caption ini, suara yang kamu dengar dari video, podcast dan lain-lain akan langsung ditampilkan subtitle-nya tanpa perlu koneksi internet, data dan yang lainnya.

Smart Reply

Buat kamu yang suka SMS-an atau mungkin sosial media, di Android Q nanti ada fitur bernama Smart Reply yang tujuannya tentu saja untuk membalas berbagai pesan yang kamu terima. Contohnya, jika kamu menerima pesan undangan untuk bertemu di suatu tempat, Smart Reply ini akan mendeteksi bagaimana pesan tersebut harus dibalas. Apakah kamu bisa mengikuti acara tersebut atau tidak, bahkan kamu juga bisa menampilkan langsung alamat yang dituju pada aplikasi peta loh!

Dark Theme

Nah, mungkin inilah salah satu fitur yang kamu nantikan selama ini! Yups, fitur dark theme akan sangat memanjakan mata ketika kamu berada dalam kondisi yang kurang cahaya (gelap) atau bahkan untuk sekedar menghemat ponsel baterai kamu. Nah, di Android Q nanti, bukan hanya temanya saja yang berubah menjadi gelap, tapi beberapa aplikasi bawaan pun (YouTube, Chrome, Calendar, Calculator dan lain-lain) dipastikan akan mendapat hal serupa.

Project Mainline

Google mengonfirmasi jika Project Mainline akan sangat berdampak dalam pemberian update yang cepat untuk keamanan, privasi dan juga yang lainnya.

So, mari kita nantikan saja detailnya ketika Android Q versi final diresmikan.

Focus Mode

Fitur ini merupakan sebuah fitur yang tidak hanya tersedia di Android Q, kabarnya perangkat yang menggunakan Android 9 Pie pun akan menerimanya. Jika kamu menggunakan fitur ini, maka kamu tak akan terganggu oleh berbagai notifikasi yang muncul. Ketika kamu aktifkan, maka kamu bisa memilih berbagai notifikasi dari aplikasi yang dirasa menggangu dan kamu tak akan menerima notifikasi dari aplikasi tersebut hingga kamu menonaktifkan fitur ini.

Family Link

Fitur ini merupakan fitur khusus orang tua untuk mengontrol berbagai kegiatan anak dalam menggunakan smartphone-nya. Kamu bisa membatasi penggunaan berbagai aplikasi untuk sang anak dan berbagai hal lainnya dari fitur ini.

Nah, itu dia gaes beberapa fitur baru yang bakal hadir di Androi Q. Menurut kamu, fitur mana yang dirasa akan sangat bermanfaat?

Samsung Tolak Ganti Unit Galaxy S10 5G Meledak

0
Samsung Galaxy S10 5G
Samsung Galaxy S10 5G. via cnet

Setelah sebelumnya Samsung diberitakan harus menunda penjualan Galaxy Fold karena masalah di lipatannya. Samsung mendapatkan kabar buruk lagi, Samsung Galaxy S10 5G milik salah seorang pengguna yang tiba-tiba meledak.

Dilansir dari The Economic Times, Galaxy S10 5G yang meledak itu terletak di atas meja dan seketika keluar asap yang akhirnya membuat perangkat itu seperti terbakar. Lee, pemiliknya memperlihatkan bekas terbakar yang parah di bagian depan dan belakang Galaxy S10 5G miliknya.

Namun, Samsung menolak untuk melakukan penggantian perangkat. Pasalnya, Samsung meyakini kerusakan yang terjadi karena dampak eksternal. Meski begitu, Samsung tetap melakukan investigasi kasus ini agar tidak terulang seperti kejadian Galaxy Note 7 pada tahun 2017 lalu.

Samsung sendiri merilis Galaxy S10 5G di Korea Selatan pada tanggal 5 April 2019. Perangkat yang dijual seharga US$ 1.300 atau sekitar Rp18,5 juta ini datang dengan internal storage berkapasitas 256 GB dan dalam waktu dekat akan segera melenggang di pasar Amerika Serikat.

Di Korea Selatan, Samsung dalam memasarkan smartphone ini menggandeng tiga operator ternama, yakni SK Telecom, KT dan LG Uplus. Diakui, ketiga operator ini memang sudah menyediakan layanan 5G di Negeri Gingseng tersebut.

Samsung Galaxy S10 5G di Korea Selatan dilengkapi dengan SoC Exynos 9820 Octa-core yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 7 nanometer. Smartphone ini juga datang dengan layar Infinity-O berukuran 6,7 inci dan di dukunga tiga kamera di bagian belakang, yakni 16 MP + 12 MP + 12 MP.

Samsung sendiri merilis Galaxy S10 5G di Korea Selatan pada tanggal 5 April 2019. Perangkat yang dijual seharga US$ 1.300 atau sekitar Rp18,5 juta ini datang dengan internal storage berkapasitas 256 GB dan dalam waktu dekat akan segera melenggang di pasar Amerika Serikat.

Di Korea Selatan, Samsung dalam memasarkan smartphone ini menggandeng tiga operator ternama, yakni SK Telecom, KT dan LG Uplus. Diakui, ketiga operator ini memang sudah menyediakan layanan 5G di Negeri Gingseng tersebut.

Samsung Galaxy S10 5G di Korea Selatan dilengkapi dengan SoC Exynos 9820 Octa-core yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 7 nanometer. Smartphone ini juga datang dengan layar Infinity-O berukuran 6,7 inci dan di dukunga tiga kamera di bagian belakang, yakni 16 MP + 12 MP + 12 MP.